Siapakah yang merasa aman dan nyaman saat berkendara di jalan raya?
Bagaimanakah perasaan Anda saat ini ketika melintas di berbagai ruas
jalan raya? Ya, kenyataannya sekarang ini seakan tiada ruang aman saat
kita berkendara di jalanan, baik di desa maupun kota, entah itu saat
macet maupun saat sepi. Berkendara di jalan raya sepertinya membuat
ketakutan tersendiri di dalam diri kita, ataupun orang lain.
Belakangan ini saat berkendara di jalan raya, yang kita saksikan
banyak pengendara yang mengenyampingkan aspek etika berkendara. Soal
etika berkendara sendiri, sebenarnya ada yang tertulis dan tidak
tertulis. Etika berkendara yang tertulis seperti halnya yang tertera
pada undang-undang lalu lintas, sementara etika tidak tertulis itu yang
sepatutnya harus kita dalami untuk pahami, supaya dapat
diimplementasikan saat berkendara di jalan raya, sehingga tidak
mengakibatkan celaka bagi diri sendiri maupun orang lain.
MASUK KE JALAN RAYA Kondisi Sekarang
• Tanpa melihat kiri kanan, pengendara banyak yang langsung nyelonong masuk ke jalan utama.
• Tanpa berhenti terlebih dulu untuk melihat kondisi lalu lintas.
Bahaya yang Mungkin Terjadi
• Tertabrak kendaraan yang sedang melaju dari arah depan belakang, karena pengendara tidak punya waktu untuk mengantisipasi masuknya kendaraan ke lajur yang dilaluinya.
• Tertabrak kendaraan yang sedang melaju dari arah depan belakang, karena pengendara tidak punya waktu untuk mengantisipasi masuknya kendaraan ke lajur yang dilaluinya.
Yang Harus Dilakukan
• Berhenti 2-3 detik untuk memastikan kondisi jalan aman saat kita akan masuk
ke jalur utama, nyalakan lampu sein agar pengendara lain mengetahui arah lajur yang kita tuju.
• Berhenti 2-3 detik untuk memastikan kondisi jalan aman saat kita akan masuk
ke jalur utama, nyalakan lampu sein agar pengendara lain mengetahui arah lajur yang kita tuju.
Baca selengkapnya: Erika Berkendara di Jalan Raya
