Monday, August 12, 2013

Etika Berkendara di Jalan Raya

Siapakah yang merasa aman dan nyaman saat berkendara di jalan raya? Bagaimanakah perasaan Anda saat ini ketika melintas di berbagai ruas jalan raya? Ya, kenyataannya sekarang ini seakan tiada ruang aman saat kita berkendara di jalanan, baik di desa maupun kota, entah itu saat macet maupun saat sepi. Berkendara di jalan raya sepertinya membuat ketakutan tersendiri di dalam diri kita, ataupun orang lain.

Belakangan ini saat berkendara di jalan raya, yang kita saksikan banyak pengendara yang mengenyampingkan aspek etika berkendara. Soal etika berkendara sendiri, sebenarnya ada yang tertulis dan tidak tertulis. Etika berkendara yang tertulis seperti halnya yang tertera pada undang-undang lalu lintas, sementara etika tidak tertulis itu yang sepatutnya harus kita dalami untuk pahami, supaya dapat diimplementasikan saat berkendara di jalan raya, sehingga tidak mengakibatkan celaka bagi diri sendiri maupun orang lain.

Untuk mewujudkan aman berkendara di jalan raya, maka diperlukan penerapan sikap berkendara yang menuju pada etika di jalan raya. Antara lain sebagai berikut:

MASUK KE JALAN RAYA Kondisi Sekarang
• Tanpa melihat kiri kanan, pengendara banyak yang langsung nyelonong masuk ke jalan utama.
• Tanpa berhenti terlebih dulu untuk melihat kondisi lalu lintas.

Bahaya yang Mungkin Terjadi
• Tertabrak kendaraan yang sedang melaju dari arah depan belakang, karena pengendara tidak punya waktu untuk mengantisipasi masuknya kendaraan ke lajur yang dilaluinya.

Yang Harus Dilakukan
• Berhenti 2-3 detik untuk memastikan kondisi jalan aman saat kita akan masuk
ke jalur utama, nyalakan lampu sein agar pengendara lain mengetahui arah lajur yang kita tuju.